Penatnya pekerjaan di kantor dan padatnya kemacetan di jalan, membuat kita merasa sangat lelah. Setelah sampai rumah, tentu kita ingin cepat-cepat mengusir lelah dengan cara berbaring atau menonton televisi. Namun, bayangan ideal nan indah itu tiba-tiba buyar karena udara di kamar terasa panas. Dengan penasaran kita mengecek remote ac dan melihat suhu di remote menunjukkan angka 16 derajat celcius. Tapi kok masih terasa panas. "ah mungkin baru dinyalakan". setengah jam menunggu...satu jam menunggu..dua jam menunggu..suhu di kamar masih saja sama. panas. arrgghh. buyar sudah angan untuk menikmati malam dengan bersantai menikmati hasil kerja keras selama ini.
Selidik punya selidik..ternyata ada masalah dengan ac di kamar. Baru ingat bahwa selama ini sudah berbulan-bulan ac tidak diservice. Atau kita menyebutnya dengan cuci ac. Alamat deh, banyak kotoran yang menumpuk di ac yang mengakibatkan sirkulasi freon tidak berjalan dengan semestinya. Tanpa mau meratap, biasanya kita langsung mencari brosur yang menggantung di pintu pagar rumah atau mulai browsing untuk menghubungi jasa cuci ac. Dengan harapan, besok ac sudah selesai diservice dan hidup kembali nikmat dibawah semilir udara ac yang dingin nan sejuk.
Penyejuk ruangan atau ac pada saat ini bukan lagi sebuah kemewahan. Ac sudah jadi kebutuhan. Hampir semua kantor sekarang menggunakan ac. Dan hampir semua rumah di kota besar menggunakan ac. Dan yang namanya barang, pasti butuh dirawat. Pasti rusak. dan pasti membutuhkan jasa perbaikan. Salah satu bentuk perawatan yang paling sering digunakan pada ac adalah cuci ac. Cuci ac dibutuhkan untuk menghilangkan debu yang menempel di ac. Debu ini akan terus ada dan terus kembali karena ac salah satu fungsinya adalah untuk menyaring udara.
Dimana ada kebutuhan, disitu ada pengusaha. ya usaha ini bisa dibilang cukup stabil permintaannya. setidaknya dalam kurun dua bulan ac harus di cuci. Ongkos cucinya pun lumayan yakni 35 ribu - 100 ribu,untuk satu ac. Padahal dalam satu rumah bisa 2- 3 ac.
Dalam perspektif akuntansi, usaha jasa cuci ac termasuk dalam usaha jasa. Pos akuntansi yang diperlukan diperkirakan adalah perlengkapan, persediaan, gaji, sewa dan lain sebagainya. Nah, dari sudut pandang saya, hal yang harus pengusaha jasa cuci ac perhatikan adalah understatement pada laporan penerimaan. lho bagaimana bisa? ternyata antara pada lapangan, kontrol terhadap pegawai sangat rendah. Seringkali oknum pegawai tidak melaporkan tindakan apa yang diberikan kepada konsumen. Misalnya, selain jasa ac ternyata juga memberikan jasa tambah freon atau penggantian IC.
Ini masukan untuk penguasaha jasa cuci ac ya..saya pernah mengalami sendiri..ketika service ac, kerapkali ac dikadali. caranya, saluran freon disumbat atau dibocor. 10-15 menit masih dingin, tapi selepas itu kembali panas serasa gak pakai ac. Besoknya saya panggil lagi. Kebetulan dahulu sy belum mengerti seluk beluk ac. Oknum pegawai service ac bilang begini: "wah ini freonnya habis pak, tambah freon aja 600 ribu"..asli sumpah serapah muncul meski didalam hati. bagaimana tidak! uang 600 ribu bukan sekedar untuk beli permen, tapi jumlah yang lumayan. Dan waktu itu tidak punya alternatif karena hari sudah sore.
Selepas itu saya belajar mengenai ac dan baru mengerti kalo ternyata selama ini saya dikerjai! akhirnya jasa service ac yang biasa sy gunakan sudah sy black list dan tentunya sy merekomendasikan kepada tetangga atau teman untuk tidak menggunakan jasa service yang seperti itu.
Dari contoh itu, anda sebagai pengusaha ac bisa lihat kan, berapa potensi laporan penerimaan yang understatement. Bahkan, bukan cuma understatement, anda juga akan kehilanggan pelanggan, bukan cuma satu mungkin lebih. Karena konsumen yang dikecewakan juga bisa bersuara dan menginformasikan kepada orang lain.
Sebenarnya masih banyak aspek lain yang akan saya diskusikan di posting ini, tapi mungkin di posting berikutnya saja.
Sementara sekian dulu, untuk diskusi silahkan email ke nicopascakom@gmail.com