Anda bukan superman

Salah satu kekhawatiran pengusaha pemula adalah mendelegasikan tugas. Mereka biasanya khawatir bahwa tidak ada orang yang bisa melakukan apa yang mereka lakukan. Melakukan sebaik yang mereka lakukan. Melakukan pekerjaan dengan konsentrasi tinggi, semangat yang tinggi dan sangat berhati-hati, seperti yang mereka lakukan. Tak heran jika tidak banyak pengusaha pemula yang mampu bertahan dengan pegawainya sendiri. Dalam group diskusi pengusaha pemula yang saya ikuti bahkan ada pengusaha yang sampai memecat semua pegawainya. Hal ini disebabkan karena ia  merasa apa yang dilakukan semua pegawainya tidak sesuai dengan ekspektasinya.




Sampai kapankah anda akan terus begini? tidak mempercayakan pekerjaan kepada pegawai anda? tidak bisa mendelegasikan tugas kepada bahwan anda, sehingga anda bisa melakukan hal lain? Jika anda tidak bisa mendelegasikan tugas maka tentu semua tugas anda yang harus kerjakan. Bersihkan lantai, anda yang mengerjakan. Mencatat transaksi, anda yang lakukan. Memproduksi produk, anda yang lakukan. Membungkus barang, anda yang lakukan. Mengantar barang, anda yang lakukan. Belanja ke suplier, anda yang lakukan. Melayani konsumen, anda yang lakukan. Ya semua anda yang lakukan ketika tidak memiliki pegawai. Hal ini sama saja dengan anda sebagai self employee. atau dengan kata lain, kasta anda turun dari pengusaha ke self employee.

Secara akuntansi sebenarnya mempekerjakan pegawai dapat dibilang cukup sederhana. Pos pengeluaran dengan adanya pegawai bisa jadi hanya terdiri dari gaji, tunjangan, bonus, dan iuran BPJS. Jika anda memiliki perusahaan besar mungkin item pos pengeluaran untuk pengawai ada berbagai jenis, tapi jika anda memiliki usaha UMKM mungkin pos pengeluaran untuk pegawai hanya gaji saja. Nah, ketimbang anda menghilangkan pos pengeluaran pegawai, namun pos pendapatan anda turun, atau terdapat biaya lain yang membengkak, lebih baik anda mempekerjakan pegawai yang hanya menambahkan pos pengeluaran yang terbilang tidak banyak. Sebuah trade off memang, tapi hal tersebut dapat diperhitungkan diatas kertas. Caranya? anda bisa mengkalkulasikan berapa pengeluaran yang dibutuhkan untuk membayar pegawai dalam kurun waktu tertentu untuk kemudian dibandingkan dengan potensi pertambahan pendapatan dengan adanya kehadiran mereka. Jika lebih besar, apa salahnya untuk mencoba merekrut.

Untuk urusan manajemen pegawai, jika masih berbentuk UMKM, anda sebaiknya harus memikirkan pembuatan dan penggunaan Standar Prosedur Operasi, Analisis Beban Kerja, Bentuk dan Besaran Insentif. Ini perlu dilakukan karena pada prinsipnya hanya sedikit pegawai yang memiliki inisiatif untuk melakukan hal-hal diluar dari apa yang ditugaskan pemilik usaha. Hal ini sebenarnya wajar, apalagi untuk skala UMKM. Isitlahnya PGPS, pintar bodoh penghasilan sama. Pegawai melakukan tindakan yang kreatif dengan melakukan pekerjaan yang biasa-biasa saja mereka toh tetap dibayar sama. Oleh sebab itu, untuk mengantisipasinya, anda mungkin bisa mendesain ulang insentif yang diberikan kepada pegawai, atau dari sejak awal anda tuliskan secara rinci apa pekerjaan yang harus mereka lakukan, bagaimana prosedurnya, berapa lama waktunya dan apa yang mereka dapatkan dari melakukan pekerjaan itu.

Karena anda bukan superman!