Suap Yang Meruntuhkan

Suap, Korupsi, Kolusi dan Nepotisme merupakan penyebab dari hancurnya perusahaan. Dalam jangka pendek boleh jadi tindakan tersebut tidak berpengaruh terhadap kondisi perusahaan. Namun, dalam jangka panjang dipastikan dapat menjadi bom waktu yang dapat menghancurkan perusahaan. Banyak perusahaan yang melakukan suap untuk melanggengkan usahanya. Suap kepada aparat pemerintah dilakukan agar perusahaan dapat dimenangkan dalam sebuah proyek. Praktik ini terlihat sangat menguntungkan bagi perusahaan. Namun hal ini justru menandakan ada yang tidak beres dengan manajemen perusahaan.


Bukan rahasia lagi jika praktik suap bukan saja dilakukan perusahaan terhadap pemerintah. Dalam level yang lebih rendah, suap bisa saja terjadi. Misalnya, suap yang diberikan pemasok kepada bagian purchasing di perusahaan. Biasanya oknum perusahaan menerima suap agar ia menunjuk perusahaan pemasok tertentu, atau agar perusahaan pemasok yang biasa mensuplai perusahaan dapat terus diperpanjang kontraknya. Contoh lainnya, suap yang dilakukan bagian marketing kepada pelanggan tetap. Bonus, Cash Back, Kick Back kerap diberikan kepada pelanggan. Boleh jadi ini adalah praktik yang lumrah, tapi jika perusahaan pelanggan memiliki kebijakan yang melarang pegawainya menerima benefit dari pemasok, tentu ini juga dapat dikategorikan sebagai suap.

Banyak contoh sebenarnya yang dapat dijadikan pelajaran. Skandal penyuapan lockheed misalnya. Skandal ini terjadi pada tahun 1975 ketika senat di Amerika Serikat menemukan serangkaian suap senilai us$22 juta. Suap tersebut dilakukan oleh Lockheed Aircraft Corporation kepada pejabat tinggi di berbagai negara antara lain kepada Pangeran Benhard dari belanda, pendiri Liberal Democratic Party dan Perdana Menteri Jepang, anggota parlemen dari Jerman dan Politisi di Italia. Suap ini menjadi janggal karena sebelumnya Lockheed mengalami masalah keuangan dan nyaris bangkrut. Lockheed sendiri diberikan selamatkan oleh Pemerintah melalui penyelamatan yang kontroversial dengan memberikan jaminan sebesar US$250 juta. Suap setelah diselamatkan dengan upaya yang kontroversial ini mengagetkan publik Amerika. Akibat dari hal ini, Amerika Serikat kemudian mengeluarkan Undang-Undang yang melarang perusahaan Amerika untuk terlibat dalam kegiatan korupsi di luar negeri. UU ini dikenal dengan Foreign Corrupt Practices Act.

Jadi, tergoda untuk memberikan atau menerima suap? Pikirkanlah baik-baik sebelum menyesal!