Yang Dilakukan Demi Keberlanjutan Usaha

Berbicara mengenai keberlanjutan usaha rasanya bukan cuma domain perusahaan besar. Usaha kecil seperti pedagang kaki lima juga perlu tahu. Usaha berlanjut tentu karena adanya laba atau keuntungan. Tanpa laba sudah pasti usaha tidak berjalan. Tidak heran jika usaha yang baru dirintis dan belum menghasilkan keuntungan maka yang ada di benar owner maupun karyawan adalah rasa tidak aman. Tanpa laba, kapital akan tergerus, utang bisa menggunung dan investor akan kabur.

Laba memang dominan dan merupakan tujuan utama dari manajemen. Tapi siapa yang bisa memprediksi laba bisa diperoleh dalam jangka panjang? Siapa yang tahu jika derasnya kemajuan internet malah menggusur bisnis media cetak. Siapa yang menyangka jika perusahaan cakram disk atau dvd bakal terimbas oleh maraknya film di internet. Siapa yang duga jika kebocoran pipa minyak akan menggoyang perusahaan. Atau siapa yang mengira jika perusahaan yang berkali-kali mendapatkan penghargaan karena good coorporate governance justru rontok karena tindakan tidak etis manajemennya. Atau siapa yang mengira jika tukang baksi sebelah rumah harus gulung tikar karena ditinggal pelanggan akibat penggunaan bahan-bahan yang tidak wajar? Ya, dalam jangka panjang laba menjadi sebuah ketidakpastian. Adanya pesaing, peta persaingan yang berubah karena teknologi, regulasi pemerintah, alam, ketersediaan pasokan sampai dengan selera masyarakat dapat menjadi faktor yang mempengaruhi. Bahkan, sekelas perusahaan multinasional pun juga menghadapi ketidakpastian.


Memang tidak ada yang bisa menduga kapan atau berapa lama perusahaan akan terus menerus mendapatkan laba. Tapi yang pasti sebuah perusahaan harus menjaga dan meminimalisir penyebab yang menghasilkan dampak yang merugikan dalam jangka panjang. Lingkungan misalnya, walaupun perusahaan tidak secara langsung mengakibatkan lingkungan tercemar, atau sudah melakukan tindakan-tindakan yang dipersyaratkan oleh pemerintah. Namun, upaya-upaya untuk menjaga lingkungan harus tetap dilakukan. Walaupun pemerintah belum menyadari bahaya sebuah zat yang dihasilkan oleh produksi perusahaan, perusahaan harus siap sedia menetralisir penyebab dan dampak dari zat tersebut.

Menurut saya, banyak hal yang harus dipertimbangkan dan dilakukan perusahaan agar usahanya dapat berkelanjutan. Dunia sendiri sebenarnya sudah menginisiasi hal tersebut, salah satunya adalah WBCSD. WBCSD atau kepanjangan dari World Business Council for Sustainable Development adalah kumpulan perusahaan internasional yang bergabung dengan komitmen terhadap lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan. Menurut WBCSD, pertanggung-jawaban sosial bukanlah beban perusahaan. Namun, pertanggungjawaban sosial melalui CSR dapat meningkatkan laba karena dapat mengurangi dampak sosial negatif. Strategi CSR dapat meningkatkan nilai bisnis dan sosial.

WBCSD menyarankan beberapa prinsip yang dapat digunakan dalam perumusan strategi, khususnya yang terkait dengan lingkungan, diantaranya adalah

  • Pembangunan kapasitas masyarakat sehingga perusahaan dapat membentuk kapital sosial
  • Pembangunan kemitraan dengan perusahaan lain dan kelompok-kelompok di masyarakat
  • Kerjasama dalam bidang teknologi sebagai bagian pembangunan kemitraan. 
  • Keterbukaan dan transparansi sebagai bukti bahwa perusahaan merupakan usaha yang bertanggung jawab.


Dari penjelasan diatas, sebenarnya apa yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan dunia nampaknya ingin menunjukkan bahwa dekat dengan masyarakat sekitar itu sebuah keharusan. Pengelolaan perusahaan yang bertanggungjawab dengan memperhatikan lingkungan sekitar itu perlu. Kapital sosial adalah kebutuhan yang mutlak. Oleh karena itu, tidak salah kiranya kita dapat meniru nilai-nilai yang baik tersebut. Mungkin cara dan pelaksanaannya tidak sama persis. Hal ini mengingat adanya keterbatasan masing-masing usaha dalam menjalankannya.

Meski demikian, pada prinsipnya hal ini sebenarnya sudah dilakukan oleh beberapa usaha. Misalnya, warung makan yang memberikan makan gratis bagi warga sekitar yang tidak mampu pada waktu-waktu tertentu. Usaha loundry yang menyediakan jasa cuci gratis bagi karpet rumah ibadah. Masih banyak lagi contoh yang lain. Mungkin jika anda mampu bisa menerapkannya dengan cara anda sendiri.